Apa Itu Kalender Masa Subur?

Tips Pakai Kalender Masa Subur untuk Menunda Kehamilan (Aaron Amat/Shutterstock)

Pernahkah Anda mendengar nama kalender masa subur? Meskipun sederhana, kalender masa subur sangat baik untuk orang dewasa, khususnya wanita yang sudah mengalami siklus haid. Lalu, apa saja yang berkaitan dengan kalender masa subur? Berikut ini adalah pengertian, fungsi dan cara membuatnya:

1. Pengertian

Apa itu kalender masa subur? Kalender masa subur adalah sebuah kalender yang digunakan untuk mengetahui kapan masa subur dan bukan. Tentunya, kalender ini berkaitan dengan masa atau periode haid seseorang. Pastinya, setiap orang memiliki periode haid yang berbeda. Ada orang yang mengalami siklus haid 28 hari sampai 30 hari.

2. Fungsi

Ada beberapa fungsi dari kalender masa subur, yakni:

  • Tahu kapan masa subur

Pastinya, Anda akan tahu kapan masa subur Anda datang. Apa itu masa subur? Masa subur adalah waktu dimana sel telur dalam rahim siap untuk dibuahi sehingga kemungkinan untuk hamil sangat besar.

Masa subur biasanya ada di sekitar masa ovulasi. Biasanya, dua waktu ini berjarak sekitar 5 hari. Masa subur akan terjadi selama 12 sampai 16 hari sebelum waktu haid atau datang bulan yang selanjutnya. Jadi, misalnya Anda mendapatkan datang bulan biasanya pada tanggal 1. Maka, 12 sampai 16 hari sebelum tanggal 1 adalah masa subur Anda.

Rata-rata wanita mendapatkan masa subur di sekitar hari ke sepuluh sampai 17 dari hari terakhir. Misalnya, hari terakhir Anda mendapatkan datang bulan adalah tanggal 1. Maka tanggal 2 sampai 19 adalah masa subur Anda. Karena cukup sulit untuk mengetahui ini secara prediksi, maka dibuatlah kalender masa subur untuk bisa membantu Anda mengetahui kapan waktu masa subur akan datang.

  • Merencanakan kehamilan

Fungsi kedua adalah untuk merencanakan kehamilan. Untuk sebagian besar pasangan yang sudah menikah, tentunya ingin memiliki anak. Mengetahui kapan masa subur sangat penting, karena disinilah biasanya pembuahan lebih besar kemungkinannya untuk terjadi.

Bagi pasangan yang ingin menghindari kehamilan untuk menunda memiliki anak juga sangat berfungsi. Jadi,  Anda dan pasangan bisa melakukan hubungan seks diluar masa subur agar tidak terjadi kehamilan.

3. Bisakah Membuat Kalender Masa Subur Sendiri?

Jawabannya adalah bisa.

  • Mencatat Jadwal Menstruasi Secara Manual

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat jadwal menstruasi. Anda bisa mencatatnya di buku atau di handphone. Catatlah kapan Anda mendapatkan haid pertama, setelah itu kapan haid terakhir. Apabila Anda memiliki siklus menstruasi yang normal, maka Anda akan mendapatkan ovulasi yang normal juga yakni 14 hari.

Saat ini, sudah banyak cara untuk membuat kalender kesuburan. Salah satu caranya adalah menggunakan klikdokter. Tidak perlu bersusah payah, Anda hanya perlu mengisikan tanggal-tanggal dari 3 siklus haid terakhir yang Anda alami. Setelah itu, Anda bisa klik di bagian cek sekarang dan hasil akan muncul.

  • Menggunakan Alat Prediksi Kesuburan

Cara lainnya adalah menggunakan alat prediksi kesuburan. Alat ini bisa mendeteksi hormon LH di dalam urine. Seorang wanita yang akan mengalami siklus 28 hari, maka ovulasi akan terjadi sekitar hari ke 14 dan 15. Anda bisa menggunakan hasil tersebut sebagai patokan ringan untuk waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks.

  • Menggunakan Monitor Kesuburan

Cara terakhir adalah dengan monitor kesuburan. Alat ini kurang lebih sama dengan alat prediksi kesuburan, hanya saja lebih sistematis dibandingkan sebelumnya. Monitor kesuburan ini bisa mengetahui kapan waktu yang paling subur sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan bisa lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *